BURGERKILL - ALBUM METAL YANG BERACUN !

Rabu, 18 Mei 2011

Siapa yang tidak kenal dengan band asal kota bandung, yaitu BURGERKILL. Band yang terbentuk dari tahun 1995 dengan berpersonilkan Vicky – Vocal, Ebenz – Gitar, Agung – Gitar, Andris – Drum, Ramdan – Bass ini telah banyak makan asam garam dalam dunia musik dengan talenta yang sangat patut untuk kita banggakan.
Di tahun 2011 ini tepatnya bulan Juni 2011 mendatang mereka akan merilis album terbarunya, ingin tahu seperti apa berita terbaru dari mereka? Baru-baru ini Eben sang gitaris sedikit mengutarakan tentang album terbarunya kepada DL secara lugas, cekitout;
Kapan rilisnya albumnya kalian?
Untuk album insyaallah akan rilis awal Juni 2011, mudah-mudahan tepatnya bakal kita jual perdana di event Bandung Berisik 11 Juni 2011 biar sakral moment nya pas di kota tercinta (Bandung).
Apa perbedaan dari album yg akan dirilis dengan yang sebelumnya? mungkin musiknya/temanya? apa judul albumnya?
‘Venomous’ itu nama albumnya, kalo secara musikal banyak banget hal baru di album ini. Dengan adanya Vicky dan Ramdan juga jelas ngebawa angin segar buat band ini. Di album ini kami mau bikin sebuah pembuktian ke khalayak musik indonesia dan dunia bahwa Burgerkill itu tetap menggigit juga berbahaya layaknya seekor ular berbisa hehehee, itulah kenapa titelnya ‘Venomous’… and we’re fuckin’ proud with this new baby :) .
Apakah album ini rencana akan diproduseri oleh records label lokal/sendiri? apa ada rencana utk go internasional mungkin dalam pendistribusian/promosinya?
Album ini secara keseluruhan kami produksi sendiri mulai dari pre-production sampai urusan label semuanya kita handle sendiri. Tentunya kami masih berkerjasama dengan pihak Revolt Music Ent. sebagai executive produser dan label, dimana saya dan beberapa teman di Burgerkill ikut berkecimpung disitu.
Syukurnya album ini juga berkesempatan untuk dirilis secara bersamaan di Indonesia dan Australia secara nasional, lalu disusul Malaysia juga Singapura dalam waktu dekat.
Total berapa lagu didalam album yang terbaru ini (judulnya apa)? tema-tema apa aja yang kalian angkat dialbum tersebut?
Total ada 9 lagu plus kejutan didalamnya hehehee… untuk judul-judulnya masih dirahasiakan, tapi yg pasti ‘Under The Scars’, ‘House of Greed’ dan ‘Only The Strong’ diantaranya. Untuk tema lirik kali ini kami tidak mau lagi berbicara tentang hal-hal yang buruk dan gelapnya sisi kehidupan, di album ini Burgerkill lebih banyak bicara tentang sosial yang kita lihat, dengar dan rasakan. Yah kesimpulannya nuansa dari album ini benar-benar fresh buat kita hehehee.
Proses rekaman berapa lama, tolong ceritain dikit, ada kendala?
Untuk proses persiapan materinya hampir sekitar 2 tahun, dikarenakan jadwal kami yang lumayan padet dan ada beberapa musibah seperti patahnya tangan Andris di sela proses kreatif juga menjadi faktor mundurnya album ini.
Dan untuk proses rekaman hampir sekitar 1 tahun mulai dari take awal hingga mastering, kenapa lama? ya karena kita bener-benar santai ngerjain album ini. Kita gak mau terburu-buru dan bener-bener teliti mulai dari nyari sound sampe aransemennya, biar bener-bener orgasm bos! :) .
Karakter musik apa yg kalian ingin unjukin kepada metalheads dialbum yang terbaru ini? apakah masih sama dengan konsep dialbum beyond coma… atau ada yg something different?
Rootsnya tetap Hardcore dan Metal dengan balutan berbagai macam jenis musik yang kita suka, pastinya masih dipersenjatai dengan spirit ugal-ugalan khas Burgerkill hahahahaaaa.
Apa yang ingin kalian sampaikan dalam album yang akan rilis ini utk pecinta musik metal?
Terus terang buat saya pribadi, ini album terberat selama karir Burgerkill. Mulai dari proses kebangkitan selepas kepergian Ivan, proses pencarian vokalis baru, jadwal yang lumayan padat dan pencapaian album ‘Beyond Coma…’ yang sangat signifikan, serta berbagai hal internal di dalam band ini sangat menyita perhatian, tenaga dan pikiran.
Tapi apapun yang terjadi kami harus tetap ngotot dan harus siap tempur dengan kondisi yang solid, harmonis dan juga lebih bertenaga. Itu yg ingin kami sampaikan ke pendengar dan pecinta musik Burgerkill, ‘We were born to bleed, we are here to dominate’!!!
Definisikan musik kalian dalam album yang terbaru ini?
Metal Beracun!!! Hahahahahaaaa… It’s ‘Venomous’ man, c’mon… See you soon on the new album, it’s dangerous!!! Trust me :)
Thanks for the interview, stay loud guys!!!
\mm/

BANDUNG DEATH METAL SINDIKAT


”…Panceg dina galur/babarengan ngajaga lembur. Moal ingkah najan awak lebur…” (Teguh dalam pendirian, bersama-sama menjaga kampung dan persaudaraan. Tidak akan bergeming walaupun badan hancur lebur). Petikan naskah kuno Amanat Galunggung yang dituliskan Rakeyan Darmasiksa (Raja Sunda Kuno yang hidup pada 1175-1297 Masehi) itu disadur menjadi lirik lagu berjudul ”Kujang Rompang” oleh Jasad, sebuah band beraliran death metal asal Bandung. Lagu ini ikut memeriahkan Deathfest IV, festival akbar death metal yang diadakan di Lapangan Yon Zipur, Ujungberung, Bandung, Sabtu (17/10). Ribuan anak muda, mulai dari pelajar SMP hingga mahasiswa, larut dalam hiruk-pikuk event musik metal yang disebut-sebut Terbitkan Entriterbesar di Asia ini.
  
Filosofi panceg dina galur bukanlah sekadar inspirasi dalam berkarya musik bagi Jasad, melainkan juga menjadi pandangan hidup seluruh anggota dan penggemar musik metal di Bandung, khususnya yang bernaung di daerah Ujungberung.

”Mau seperti apa pun kita, macam mana bungkusnya, yang penting grass root (akar bawah) harus kuat. Harus sadar dan jangan lupakan budaya kita,” ujar Mohammad Rohman, vokalis Jasad.
Bagi masyarakat awam, bahkan dibandingkan komunitas band metal lainnya di Indonesia maupun dunia, keberadaan subkultur band death metal asal Ujungberung ini merupakan sebuah paradoks. Musik metal, tetapi lirik dan pesan nyunda adalah perpaduan yang sulit ditemukan di tempat lain.

Ketika di banyak tempat sub-subkultur atas nama aliran musik berhaluan Barat macam punk, grunge, maupun grindcore gencar melakukan perlawanan budaya lokal, entitas penggemar musik metal Ujungberung yang berada di wadah Ujungberung Rebels dan Bandung Death Metal Sindikat itu justru melakukan hal sebaliknya.

Sebagai contoh, konser Death Festival IV yang diikuti 12 band death metal itu mengangkat tema kampanye penggunaan aksara kuno. Di festival yang menjadi salah satu pembuka penyelenggaraan Helar Festival 2009 (festival industri kreatif di Bandung) itu, panitia membagi-bagikan leaflet mengenai cara menulis aksara sunda kuno kagana kepada penonton yang rata-rata masih berusia ABG.

”Di sekolah-sekolah, saya lihat, ini (kagana) tidaklah diajarkan. Daripada kelamaan menunggu pemerintah bertindak, kami duluan saja yang mulai bergerak,” ujar Rohman yang biasa disapa Man ”Jasad” ini di sela-sela konser.

Di luar panggung, Man dan kawan-kawannya kerap memakai iket kepala sebagai penanda identitas kultur Sunda. Meski, sehari-harinya mereka tidak lepas dari jaket kulit hitam maupun aksesori anting-anting dan tato.

Upaya mengenalkan tradisi Sunda tidak terhenti di sana saja. Di dalam berbagai kesempatan, anak-anak Bandung Death Metal Sindikat kerap menyisipkan pertunjukan karinding, celempung, dan debus.
”Kesenian karinding yang selama 400 tahun tenggelam coba kami hidupkan kembali,” tutur Dadang Hermawan, anggota Bandung Death Metal Syndicate. ”Di tiap Minggu dan Jumat melakukan tumpek kaliwon di Sumur Bandung dan Tangkuban Parahu untuk membicarakan kesenian Sunda,” tutur Man Jasad kemudian.

Terbanyak di dunia
Kelompok band metal yang ada di Ujungberung bahkan disebut-sebut yang terbanyak di dunia. Sejak awal 1990-an hingga kini, band-band metal tumbuh subur di Ujungberung. Saat ini terdapat sekitar 200 band metal hanya di wilayah pinggiran Kota Bandung ini.

”Padahal, Bandung hanya kota kecil jika dibandingkan dengan kota-kota di Jerman. Apalagi, di sini band-band ini kan harus dikondisikan bisa bertahan hidup di tengah banyak persoalan dan tekanan aparat,” tutur Philipp Heilmeyer, mahasiswa sosial-antropologi Goethe Universitat Frankfurt, terheran-heran.

Philipp sudah tiga bulan ini berada di Bandung untuk melakukan prapenelitian mengenai kehidupan kaum metal di Ujungberung ini. Hal lain yang menarik perhatiannya adalah mengapa komunitas metal di Ujungberung ini bisa bertahan justru dengan tetap berpijak pada nilai-nilai tradisi.

”Di Jerman, kaum metal biasanya lekat dengan kebiasaan mabuk-mabukan dan narkoba. Tetapi, mereka di sini malahan melakukan ini,” ucapnya sambil merujuk kegiatan sosialisasi aksara kagana yang dilakukan Bandung Death Metal Sindikat.

Yang disesalkan Aris Kadarisman (35), pentolan grup band Disinfected, masyarakat, khususnya kepolisian, melihat kaum metal justru dari sisi kelamnya.

Perang melawan stigma bahwa musik metal tidak identik dengan kekerasan, narkoba, dan semacamnya menjadi semakin sulit pascatragedi konser maut grup band Beside di Asia Africa Culture Center yang mengakibatkan tewasnya 11 penonton, Februari 2008. ”Padahal, ini terjadi lebih karena persoalan teknis, tidak cukupnya kapasitas tempat,” ucapnya.

Kemandirian ekonomi
Di tengah-tengah dorongan untuk mewujudkan mimpi memiliki gedung konser yang representatif, anak-anak metal ini seolah-olah terusir dari kota kelahirannya. Konser di gedung maupun tempat terbuka kini menjadi hal langka buat mereka. Deathfest IV pun bisa terwujud karena menggandeng kegiatan Helarfest 2009.

Kondisi ini pun disayangkan Ketua Bandung Creative City Forum Ridwan Kamil. Menurut dia, jika dilihat lebih jauh dari dalam, komunitas metal di Bandung menyimpan keunggulan yang luar biasa besar. Keunggulan itu terutama soal kemandirian ekonomi.

Dari musik yang diciptakan, didukung loyalitas para penggemarnya, secara tidak langsung itu menumbuhkan pula industri fesyen, rekaman, bahkan literasi.

Setidaknya, ada enam titik simpul industri fesyen yang dirintis sesepuh band metal di Ujungberung semacam Scumbagh Premium Throath yang didirikan almarhum Ivan Scumbag dari Burgerkill.
”Jika musisi lain itu filosofnya adalah musik untuk kerjaan, kami justru sebaliknya. Dari kerjaan, bisnis, ya untuk menghidupi musik,” tutur Dadang. ”Sebab, musik ini adalah the way of life kami. Tidak semuanya bisa dinilai dengan uang. Art is art, money is money,” ucap Man Jasad menimpali.

Tidak diragukan lagi, kekuatan ketabahan hati dan pikiran inilah yang membuat kelompok metal di Bandung ini tetap bertahan. Persis sesuai dengan paradigma mereka: panceg dina galur, moal ingkah najan awak lembur! (Yulvianus Harjono)

SUMBER : http://reaksibdgtv.blogspot.com/2010/10/panceg-dina-galur-komunitas-metal.html

GUNVER, WONDERS OF ENLIGHTMENT ALBUM

Gunver
Wonders of Enlightment “Album”
The SoundCity Records & Paviliun Records (2010)
Setelah mengantarkan single “Miles Away” di awal 2010, Wonders of Enlightment Album merupakan konsekuensi logis dari keluaran musikalitas kelima personil yang membentuk Gunver. Album yang berisikan 12 lagu penuh ekstase itu kembali ditangani oleh J.Vanco yang sudah dikenal melalui kerjasamanya dengan band-band seperti Efek Rumah Kaca, Sore, dan Bangku Taman.
Di awalai dengan “Crystallized” album ini langsung menggebrak dan memberikan sebuah pola akan kemegahan nada-nada yang akan di gelar sepanjang album ini. Lagu ini kemudian dilanjutkan dengan “Metropolis” sebuah track yang dari awal berdirinya Gunver merupakan lagu yang paling tepat untuk mendeskripsikan musik band ini. Lagu yang juga menjadi single utama album ini dan telah tersedia sebagai digital download, menfiturkan suara kebangkitan optimisme tiada batas dengan suara vokal Michael yang penuh percaya diri dan menyanyikan potongan kata “..we’re invicible..”. Di lagu ketiga berjudul “Gin” dengan ruangan gitar yang kasar dan dentingan piano, menjadikan lagu ini sebagai sebuah potongan suara klasik rock n’ roll yang tidak akan pudar dimakan waktu.
Setelah 3 lagu pertamanya yang bertempo cepat, lagu ke empat dan kelima di album ini menampilkan sisi melodic yang akan membuat mereka yang mendengarkannya melayang ke dalam imajinasinya masing-masing. “Miles Away” sebuah nomor poptastic yang membuat suasana sendu menjadi nyaman, menenggelamkan kita dalam melodi gitar yang saling bersentuhan di lagu ini. “Afterlofe” adalah sebuah lagu bertempo pelan yang agung, terdengar seperti sebuah kidung untuk memulaikan kehidupan, dipoles dalam sentuhan pop terbaik.
Jika ada titik sentral dari album ini, maka hal itu akan di temukan pada “Midnight in Atlantis”. Setelah “Metopolis” menebar amunisi akan potensi Gunver sebagai sebuah band, maka lagu ini adalah lagu yang diciptakan untuk menggapai ambisi menjadi besar, setiap melodi di lagu ini seakan menceritakan bahwa yang ada di antara kenihilan dan langit hanyalah keoptimisan untuk menggapai sesuatu yang terletak di dalam setiap jiwa kita sendiri. Ini adalah suara sebuah band yang tidak takut akan apapun yang ada di depannya, sebuah dupa optimisme yang akan segera dihirup oleh setiap orang yang mendengarnya. Seperti tidak membiarkan orang-orang untuk berhenti sejenak dan mencerna semua kedahsyatan yang terdengar, perjalanan album ini lalu di lanjutkan dengan sebuah nomor epik berjudul “Wired To The

DAFTARKAN BAND KALIAN UNTUK TAMPIL DI FESTIVAL ENVOL ET MACADAM,CANADA

PLANETROX adalah kompetisi musik di seluruh dunia yang misinya adalah untuk menemukan band-band baru terbaik dan mengekspos mereka kepada khalayak internasional yang lebih luas. Pada tahun 2011, Envol et Makadam memperluas ikatanya keseluruh dunia dan membuat terobosan besar: band alternatif dari 15 negara yang berbeda akan dapat mendaftar untuk PLANETROX,audisi mereka dan kesempatan untuk tampil dalam Envolet Makadam Festival di Kota Quebec, Kanada.
PLANETROX merupakan inisiatif dari Envol et Macadam bekerjasama dengan kota Quebec. Dengan diadakan secara internasional adalah sebagai misi menemukan band terbaik di setiap negara yang berpartisipasi dan menghadirkan mereka kepada publik di Festival Envol et Macadam setiap bulan September. Tahun ini pertama PLANETROX akan melibatkan Kanada, Korea Amerika Serikat, Perancis, Belgia, Inggris, Jerman, Norwegia, Irlandia, Italia, Spanyol, Jepang, Cina, Malaysia, Indonesia dan Asia.
Envol et Macadam adalah festival musik alternatif teratas kota Quebec. Terus berinovasi dan mengembangkannya untuk  memungkinkan artis lokal dan internasional berkesempatan untuk ambil bagian dalam sebuah acara yang setiap tahunnya menariklebih dari 20.000 penggemar musik, serta banyak profesional  industri musik. Diprogramkan khusus untuk  kawula muda; Bad Religion, Mastodon, Sum 41, Pennywise, Karkwa, The Sounds, Metric, Malajube, Raekwon dan Bloc Party adalah diantara beberapa artis terkenal yang pernah tampil dan memberikan kepuasan kepada penonton festival di Envol et Makadam lalu.
Bagaimanacara kerja PLANETROX? Daftarkan dan pilih lagu terbaik band kamu (lagu komposisi asli). Jika terpilih, kirimkan video dan buatlah semua orang untuk memilih band kamu!
PLANETROX dengan empat-langkah proses:
1. Setiap band yang berpartisipasi untuk meng-upload MP3 dari salah satu lagu asli mereka – dan panel juri industri internasional akan memilih 10 semi-finalis dari masing-masing negara.
2. 10 semi-finalisyang terpilihdi setiap negara akan meng-upload video lagu merekatersebut. Akan diikuti Sebuah proses voting dan 5 finalis akan dipilih oleh hasil suara publik ini,dikombinasikan 50:50 dengan suara para Juri’.
3. 5 finalis di setiap kota akan tampil dalam acara finaldi negara mereka dan suara penonton 50:50 dikombinasikan dengan penilaian panel juriakan memutuskansatuband pemenang.
4. Band pemenang dari masing-masing 15 negara akan diundang untuk tampil di salah satu acara terbesar Kanada musik hidup, Envol et Macadam Festival di Kota Quebec dari 09-10 September 2011.
Untuk keterangan lebih lanjut, Visit : http://www.envoletmacadam.com/en/planetrox/indonesia/
Atau melalui email terkait : heavenrecords@gmail.com

BURNING FEST ``BANDUNG ROCK GATHERING 2011``

Senin, 16 Mei 2011


SPEKTA MANAGEMENT PRESENT:
BURNING “BANDUNG ROCK GATHERING 2011”
On May 21st, 2011
At Yon Armed IV. Cimahi
Will Performing:
Burgerkill
Jasad
Beside
Jeruji
Alone At Last
Killed By Butterfly
Infamy
Global Unity
Lost Faith
Locust King
Mortified
In Place of Hope
Struggle Hope
Step Child Diary
Ticket Box: RP.30.000,-

INDONESIA NUPROGGRESSIVE SEKELOMPOK SENIMAN YANG BERBAKAT


INDONESIA NuPROGRESSIVE merupakan sekelompok seniman-seniman muda yang bernaung di bawah atap RMHR (rumah musik Harry Roesli) yang bertempat di Jl. RE. Martadinata 159 Bandung, yang di gagas oleh ke dua putra seniman dan musisi besar Harry Roesli yaitu Layala Roesli dan Lahami Roesli.
Indonesia adalah unik, Indonesia adalah eksplorasi, Indonesia adalah idealisme, dan yang terpenting Indonesia adalah identitas bunyi kami. Identitas bunyi kami tidak anti terhadap lingkungan, tidak anti terhadap teknologi, tidak anti terhadap keterbukaan, dan tidak anti terhadap kemajuan. Perpaduan bunyi antara unsur gamelan dengan unsur musik rock yang terdiri dari beberapa subnya seperti metal/hardcore/punk dll merupakan proses perkembangan sinkretisme kekinian dengan spirit yang lebih inspiratif.
Yaps inilah Indonesia Progressive yang akan membentuk suatu wacana baru dalam perkembangan musik dunia dan semoga dapat membuka pemikiran-pemikiran baru menuju Indonesia lebih maju.

LEGENDA DEATH METAL AMERIKA MORBID ANGLE SEGERA RILIS ALBUM

Musicbandung.com-“Existo Vulgoré”, sebuah lagu baru dari salah satu band death metal legendaris Amerika yang berbasis di Tampa, Florida. Lagu ini berasal dari album baru meraka dari album terakhir yang dirilis tahun 2003 silam.  “Illud Divinum Insanus” yang berisikan 11 lagu tersebut akan dirilis pada tanggal 7 Juni mendatang melalui Season of Mist. Cover album terbaru mereka yang sangat mereka banggakan ini dirancang oleh  Gustavo Sazes.
Morbid akan memberikan sesuatu yang di inginkan oleh para fans mereka, yaitu dalam kemasan album mereka akan berbentuk sebuah kotak kayu. Box set CD album “Illud Divinum Insanus” nanti akan di balut dengan kulit asli dan berisikan buku perjalanan mereka, CD “Illud Divinum Insanus” , dua lilin hitam dengan blasphegrams warna merah,  sebuah poster eksklusif Morbid Angle, orginal t-shirt dan banyak lagi. Kotak ini di rancang sedemikian ruma agar dapat berfungsi sebgai kenang-kenangan abadi dari Morbid Angle.
Box set “Illud Divinum Insanus” akan dirilis di Amerika Utara pada 21 Juni mendatang dan tersedia untuk pre-order disini
“Illud Divinum Insanus” track listing:
01. Omni Potens
02. Too Extreme!
03. Existo Vulgoré
04. Blades for Baal
05. I Am Morbid
06. 10 More Dead
07. Destructos Vs. the Earth / Attack
08. Nevermore
09. Beauty Meets Beast
10. Radikult
11. Profundis – Mea Culpa